DSC_0672

PURBALINGGA – Dalam rangka mempersiapkan calon atau kader pemimpin bangsa mendatang, pembinaan kader diharapkan memunculkan kader muda yang tangguh, handal, tidak cengeng serta menanamkan dan menumbuhkan jiwa kepimpinan yang trust (kepercayaan).

“Saya harapkan dalam merekrut kader/calon pemimpin nantinya akan dapat memunculkan kader-kader muda yang tangguh, handal dan tidak cengeng. Selain itu juga agar menanamkan dan menumbuhkan jiwa kepimpinan yang dapat dipercaya (trust), “tutur Bupati Purbalingga saat membuka Latihan Kader Muda (LAKMUD) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bukateja, Juma’t (3/7) di Gedung NU Kecamatan Bukateja yang diikuti  para utusan pimpinan cabang serta ranting IPNU-IPPNU Se-Kecamatan Bukateja.

Menurut Sukento, trust dalam agama kalau dijabarkan adalah saling menghargai dan bekerjasama yang baik. Selain itu pemimpin diharapkan mempunyai kejujuran ketulusan serta terbuka.

“Oleh karena itu seorang pemimpin harus mempunyai trust dari rakyatnya. Karena kalau pemimpin tidak memiliki hal itu, tidak bakal laku. Pemimpin juga harus mempunyai kejujuran, tulus dan terbuka, untuk itu IPPNU juga harus mempunyai sifat tersebut,”pintanya.

Organisasi IPNU, kata Sukento dalam mempersiapkan calon pemimpin bangsa, para kader khususya organisasi pelajar di bawah naungan Nahdliyin diharapkan menjadi garda terdepan ikut mempersiapkan calon pemimpin bangsa dan negara.

“Para kader tersebut diharapkan menjadi garda terdepan dalam ikut mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa dan negara khususnya dari warga Nahdliyyin. Untuk itu saya merasa bangga sekaligus bersyukur, bahwa ditengah-tengah kita ternyata masih ada organisasi kepemudaan yang mau ikut memanfaatkan waktunya dengan hal-hal yang positif, yaitu peningkatan kualitas diri melalui latihan kader muda,”katanya.

Sukento menambahkan, kegiatan seperti ini sangatlah positif dalam rangka mempersiapkan sedini mungkin calon-calon muda generasi penerus bangsa yang nantinya akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan. Kader muda juga jangan dibiarkan tumbuh seenaknya sendiri.

“Oleh sebab itu maka melalui kesempatan ini saya sangat menaruh harapan besar, agar para pelajar dan pemuda sekarang untuk mempersiapkan diri kalian dengan sebaik-baiknya. Kader muda juga jangan dibiarkan  seenaknya sendiri. Kalau  dibiarkan tumbuh karepe dewek  akan seperti apa Negara ini,”pintanya.

Sukento menandaskan agar kader mempunyai basis agama, berwawasan nusantara, berbhineka tunggal ika dan mengenal Pancasila serta UUD 1945 juga mengerti paham NKRI.

“Alhamdulillah, keluarga Nahdliyin sudah mengarahkan leadership sedemikian rupa para kadernya. Seperti kader harus mengerti wawasan nusantara, berbasisi agama, berbhineka tunggal ika,  dan mengenal pancasila, UUD 1945, serta mengerti paham NKRI. Kalau sampai kader tidak mengerti dan paham itu semua, apa yang akan terjadi, karena ini bukan persoalan enteng .  Satu-satunya organisasi yang mempunyai pedoman harga mati NKRI adalah NU, “tandasnya

Ketua Panitia LAKMUD PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Bukateja  Aziz Aneko Putro mengatakan, bahwa kegiatan tersebut  merupakan salah satu rangkaian pelatihan formal IPNU-IPPNU yang resmi dan tertera dalam AD/ART. Sedangkan LAKMUD merupakan kaderisasi tingkat kedua.

“Kegiatan ini merupakan tahapan pengkaderan setelah kaderisasi tingkat pertama, yaitu masa kesetiaan anggota (Makesta). Sedangkan LAKMUD adalah pelatihan yang menekankan pada pembentukan watak, motivasi dan pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi serta ketrampilan berorganisasi,”jelasnya.

Disamping itu tandas Azis, kegiatan tersebut sebagai upaya pembentukan standar kader yang diharapkan dapat mengembangkan pola pikir mengenai NU dan NKRI. Selanjutnya hal tersebut diharapkan dapat membentuk kader yang lebih baik dan memiliki intelektual tinggi.

“Harapan besar bagi kami, peserta dapat menyatukan hati, pikiran dan jiwa untuk senantiasa membela serta mempertahankan keutuhan NU juga NKRI,”tandasnya.(Sukiman)