DSC_1032

PURBALINGGA  –   Guna mengembangkan kualitas gula kelapa para penderes, khusunya gula kelapa organik, pemkab Purbalingga mengalokasikan anggaran Rp968.600.000. Anggaran sebesar itu diberikan dua paket kepada  13 kelompok usaha bersama (KUB) dan 125 penderes.

“Bantuan diberikan sebanyak dua paket, untuk paket I berupa peralatan produksi gula kelapa dengan anggaran Rp375.656.000 Paket II berupa kendaraan roda tiga senilai Rp22.680.000 dan bantuan dapur bersih atau tungku hemat energi senilai Rp353.769.000,”terang Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Purbalingga Agus Winarno saat mendampingi Bupati Purbalingga pada penyerahan Bantuan Pengembangan Kualitas Gula Kelapa Organik Tahun 2015 di Desa Candinata Kecamatan Kutasari Purbalingga, Jum’at (24/7).

Agus menambahkan, paket bantuan peralatan produksi gula kelapa diberikan untuk 13 KUB. Untuk  Kecamatan Kutasari  paket bantuan diberikan bagi lima KUB, Kecamatan Bojongsari dua KUB, selanjutnya Kecamatan Mrebet  dua KUB serta Kecamatan Pengadegan satu KUB dan Kecamatan Karanganyar dua KUB.

“Peralatan mesin yang diberikan berupa oven gula semut sebanyak dua unit, wajan alumunium 125 unit, pongkor gula food grade 12.650 unit. Selain itu saringan nira serta loyang dan ayakan gula semut masing-masing 125 unit. Peralatan lainya berupa blower sebanyak 12 unit,”jelasnya.

Paket kedua kata  Agus, berupa kendaraan roda tiga untuk koperasi produsen gula kelapa Nira Perwira Purbalingga. Sedangkan bantuan paket kedua lainya adalah berupa tungku hemat energi senilai Rp353.769.000 bagi 125 penderes.

“Penerima tungku hemat energy atau dapur bersih sebanyak 125 penderes diantaranya untuk lima KUB di Kecamatan Kutasari sebanyak 66 unit, Kecamatan Bojongsari untuk dua KUB sebanyak 13 unit dan Kecamatan Mrebet untuk satu KUB sebanyak 11 unit serta Kecamatan Pengadegan untuk satu KUB sebanyak 25 unit,”tuturnya.

Agus menandaskan, keseluruhan anggota penderes di Purbalingga yang sudah memperoleh sertifikasi organi sebanyak 401 penderes. Dari keseluruhan anggota yang sudah memenuhi persayaratan sebagi anggota koperasi 250 orang. Dan calon anggota yang akan masuk menjadi anggota koperasi 1000 lebih tersebar di 13 desa di kabupaten Purbalingga.

“Sedangkan fasilitasi pemkab terhadap anggota koperasi penderes di Purbalingga selain peralatannya juga  pembinaan . Dan dari 401 penderes yang mengantongi sertifikat organik, tersebar di titik-titiik pada areal 400 hektar serta saat ini sudah  mampu mengekspor gula kelapa organik ke Negara-negara  eropa per bulannya sebanyak 40 ton,”tandasnya.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhendrianto meminta agar penderes dapat meningkatkan velue (nilai) suatu produk atau jasa, karena dengan meningkatkan nilai, tentunya akan merubah atau meningkatkan harga produk atau jasa. Selain itu, cara konvensional juga perlu diterapkan.

“Kalau gula kelapa dijual dalam bentuk biasa harganya sesuai dengan harga pasaran. Akan tetapi kalau sudah diproses dalam bentuk gula serbuk organik harganya bisa sepuluh kali lipat. Bahkkan bisa meningkat 50 persen. Selain itu dalam mengembangkan produksi gula kelapa diusakan menggunakan cara konvensional, karena semakin menyusutnya lahan, sehingga perlu inovasi baru,”paparnya.

Bupati menadaskan, dengan pengolahan yang meningkatkan nilai, tidak perlu kerja yang teralu keras, tapi harganya baik.

“Syukur-syukur kemasan produksi dibuat lebih bagus sehingga  harganya akan meningkat 10 kali. Untuk itu, pemkab dan DPRD khususnya SKPD terkait peduli dengan usaha pengembangan, khusunya untuk meningkatkan perkonomian masyarakat, “pungkasnya. (Sukiman)