Berkaitan dengan prediksi  musim kemarau yang melanda beberapa desa di wilayah Kabupaten Purbalingga, akan berlangsung hingga dua bulan kedepan, Pemkab meminta kepada warga agar tidak beraktifitas yang membuat potensi kebakaran terjadi.

Selain itu, keterbatasan  tenaga pemadam kebakaran (damkar), juga menjadi kendala penanganan apabila terjadi bencana kebakaran di wilayah terpencil yang sulit diakses oleh armada damkar.

“Berdasarkan laporan yang kami terima dari Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), kemungkinan, musim kemarau di beberapa wilayah Purbalingga, akan berlangsung hingga dua bulan kedepan. Potensi kebakaran, baik di hutan maupun di kawasan rumah-rumah penduduk, rentan terjadi, untuk itu, saya meminta agar warga dalam beraktifitas jangan sampai menimbulkan potensi kebakaran,”pinta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingg, Priyo Satmoko, di Ruang Pringgitan Komplek Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Selasa (9/9).

Selain keterbatasan personil, sumber air di saat musim kemarau juga sulit dijangkau oleh warga, sehingga dalam aktifitasnya tidak mengabaikan keselamatan, khusunya dalam beraktifitas di kebun, atau dirumah agar berhati-hati.

“Waspadai dalam pengelolaan api, baik saat memasak maupun membakar sampah di kebun. Disamping itu, jangan sampai meninggalkan kompor/tungku api dalam keadaan hidup, pastikan sudah aman, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin,”pintanya.

Menurut Prio, pihaknya juga akan meminta tambahan personil kepada Bupati Purbalingga, untuk mendukung kinerja BPBD, dalam program penanggulangan kebencanaan, khusunya bencana akibat terjadinya kebakaran.

 

Desa Kutabawa Dapat Giliran Droping Air Bersih

 

Terkait dengan kelangkaan air bersih di beberapa desa di wilayah Purbalingga, Priyo menambahkan, 11 Desa Dikecamatan Kejobong yang sudah mendapatkan droping air bersih, setiap hari sebanyak dua tangki air diberikan kepada warga di kecamatan tersebut.

“Rencananya besok, Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Purbalingga, akan mendapatkan jatah droping air bersih dari Bakorwil yang difasilitasi oleh BPBD Kabupaten Purbalingga. Kami sudah siapkan  semua, serta mengkoordinasikan jajaran yang ada. Untuk itu warga  saya minta dalam penggunaan air bersih juga perlu untuk melakukan penghematan, karena di saat kemarau, sumber air sulit didapatkan, karena masih banyak warga yang kesulitan air,”pintanya. (Kie_Man)